UPDATE - SIDANG PERDATA ANTI BERSERIKAT DI PN JAKARTA BARAT

PADA SELASA TANGGAL 18 JANUARI 2011 JAM 14.30 WIB, HAKIM KETUA JANNES ARITONANG S.H. MEMBACAKAN ISI PUTUSAN GUGATAN PERDATA ANTI BERSERIKAT (UNION BUSTING), PERKARA NO. 207/PDT.G.2010/JAK.BAR. MAJELIS HAKIM BERPENDAPAT BAHWA "PENGGUGAT MAMPU MEMBUKTIKAN POKOK GUGATANNYA." TERHADAP TERGUGAT MANAJEMEN PT. INDOSIAR VISUAL MANDIRI YANG DIPIMPIM HANDOKO.


KETUA MAJELIS HAKIM JANNES ARITONANG S.H. MEMERINTAHKAN HANDOKO UNTUK MEMBUAT PERMINTAAN MAAF TERHADAP SEKAR INDOSIAR DI MEDIA NASIONAL.

DAN MEMBAYAR DWANGSOM RP. 2 JUTA PER HARI, ATAS KETERLAMBATAN PELAKSANAAN HUKUMAN INI.


MARI TEMAN-TEMAN SEKAR INDOSIAR DAN TEMAN-TEMAN MEDIA UNTUK HADIR DALAM PERSIDANGAN PERDATA INI.

Tampilkan postingan dengan label Analisa Laporan Keuangan PT. Indosiar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa Laporan Keuangan PT. Indosiar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Desember 2010

TV5 akan Akuisisi Indosiar?

Jumat, 17 Desember 2010, 16:40 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dikabarkan akan dibeli oleh ABC Development Corp, yang memiliki jaringan televisi TV5. Namun, Direktur Indosiar, Harry Pramono, mengaku tidak tahu akan kabar yang beredar tersebut. "Saya belum tahu kabar akan masuknya TV5 ke Indosiar. Jadi, saya tidak bisa memberikan informasi apa pun," kata Harry saat dikonfirmasi Republika di Jakarta, Jumat (17/12).

TV5 yang berkantor di Filipina ini, dikabarkan akan membeli saham Indosiar. Jika berhasil mengakuisisi Indosiar, diharapkan jaringan bisnis internasional TV5 akan lebih luas. "Kami akan berpartner dengan Indosiar. Ini akan menjadi investasi TV5," ujar presiden ABC Development Corp, Ray Espinosa seperti dikutip dari ABS-CBNnews.com, Kamis (16/12/2010).

Namun, ia mengatakan rencana masuknya TV5 ke Indosiar ini baru akan dilaksanakan jika bisnis internasionalnya dimulai. Rencananya TV5 akan melebarkan jaringan bisnisnya ke Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah, dan Jepang.

Red: Siwi Tri Puji B
Rep: Citra Listya Rini

Sabtu, 11 Desember 2010

INDOSIAR PERINGKAT 5, RAIH LABA 27 MILYAR



Menurut Harry Pramono yang dimuat oleh Harian Kompas, Rabu tanggal 1 Desember 2010. Hingga tanggal 30 September 2010, Indosiar mencetak Laba bersih Rp. 27 Milyar, sementara data pada tahun yang lalu hingga 30 September 2009 Indosiar masih mengalami kerugian sebesar Rp. 9 Milyar.

Hasil ini memang sangat kontradiktif dan kontras. Sebab menurut pengakuan Harry Pramono yang dimuat di Harian Kompas 1 Desember 2010 “dalam penguasaan pangsa pasar televisi swasta, Indosiar menempati urutan kelima bersama Trans-7, dibawah RCTI, SCTV, Trans TV dan TPI.” Padahal tahun 2009 Indosiar hingga 30 September 2009 mengalami kerugian Rp. 9 Milyar, walau selalu bercokol dalam posisi 3 besar dari penguasaan pangsa pasar televisi swasta bersama Trans TV, setelah SCTV dan RCTI. Bahkan di tahun 2009 Indosiar malah mampu menempatkan tayangan Take Me Out, The Dating - Take Me Out dan Happy Song sebagai top rating semua program tayangan televisi yang ada.



Menurut Handoko Direktur Utama Indosiar di Harian Kompas “tahun 2009 efisiensi dilakukan dengan mengurangi 220 karyawan.” Padahal faktanya PHK besar-besaran terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2010, bukan ditahun 2009. Dan hingga saat ini Perkara Gugatan PHK dan Gugatan Perdata tindakan Anti Berserikat terhadap Pengurus dan Aktivis Sekar Indosiar masih belum selesai. Gugatan PHK masih lanjut ke MA dan Perkara Perdata sidangnya masih digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Gembar-gembor Indosiar membangun Studio Zona E senilai Rp. 50 Milyar hingga 60 Milyar, yang akan selesai Desember 2010 dan akan dioperasikan Januari 2011. Bukanlah issu baru. Jika baca Public Expose Indosiar pada Desember 2009, masalah pembangunan Studio ini juga sudah digadang-gadangkan dan malah seyogiyanya Studi baru ini harusnya sudah digunakan di awal tahun 2010.



Jika hasil sudah Positif Indosiar Rp. 27 Milyar hingga 30 September 2010, berarti performa Positif Keuangan Indosiar akan semakin besar hingga tutup buku Laporan Keuangan 31 Desember 2010. Karena biasanya perusahaan televisi akan kebanjiran Iklan pada triwulan akhir tahun berjalan. Baru kemudian akan anjlok (sepi) pada triwulan pertama pada tahun berjalan. Semoga hal ini juga berdampak bagi kemajuan kinerja PT. Indosiar Visual Mandiri dan yang terutama bisa memperbaiki kesejahteraan semua karyawan PT. Indosiar Visual Mandiri.

Sumber: Harian Kompas
Rabu 01 Desember 2010

Rabu, 28 Juli 2010

ANALISA LAPORAN KEUANGAN INDOSIAR DICOBA UNTUK DIKABURKAN


Laporan Keuangan PT. Indosiar Karya Media tahun 2009 dan 2008 telah dimuat di beberapa Harian Nasional. Telah dicoba untuk dikaburkan oleh Penggugat Manajemen PT. Indosiar. Adapun beberapa coba dibahas seperti yang diuraikan berikut ini:

1. PT. Indosiar Karya Media yang hanya mempunyai satu anak perusahaan, yakni PT. Indosiar Visual Mandiri. Dalam Laporan Keuangan yang telah di Publish di Media, dapat terlihat jelas bahwa PT. Indosiar memperoleh Laba Bersih pada tahun 2009 sebesar Rp. 8.513.000.000 dan tahun 2008 sebesar Rp. 19.565.000.000.

2. Sedang nilai Asset Tidak Lancar (Tanah, Gedung dan Peralatan) PT. Indosiar Karya Media mengalami penurunan drastis, dimana tahun 2008 ada sebesar Rp. 629.012.000.000. Lalu turun menjadi Rp. 571.716.000.000.
- Hal ini terjadi karena ada penurunan drastis atas Asset Tetap (Tanah dan Gedung) milik PT. Indosiar Karya Media. Tahun 2008 ada sebesar Rp. 358.017.000.000 menjadi sebesar Rp. 323.562.000.000 untuk tahun 2009.
- Sedang Asset (peralatan) milik PT. Indosiar Visual Mandiri nilainya mengalami kemerosotan yang sangat dalam. Pada tahun 2008 nilai penyusutannya adalah Rp. 656.786.000 dan tahun 2009 semakin parah menjadi sebesar Rp. 703.081.000.
-Tapi disisi lain PT. Indosiar Karya Media masih dapat terus melakukan ekspansi pembangun Gedung baru, seperti adanya poin dalam Neraca Konsolidasi tentang Uang Muka Pembelian Asset Tetap sebesar Rp. 9.990.000.000 tahun 2008, sedang tahun 2009 membengkak menjadi Rp. 11.823.000.000


3. Tapi uniknya PT. Indosiar Karya Media malah mempunyai peningkatan Piutang Usaha, yakni pada tahun 2008 sebesar RP. 227.743.000.000 dan pada tahun 2009 membengkak menjadi Rp. 303.933.000.000.

4. Walau PT. Indosiar Karya Media dapat membayar cicilan Hutang Jangka Panjangnya setiap tahunnnya, untuk tahun 2008 sebesar Rp. 100 milyar dan tahun 2009 sebesar Rp. 115 milyar. Tapi Hutang Jangka Panjang PT. Indosiar Karya Media terus kian membengkak dari Rp. 375.000.000.000 tahun 2008 menjadi Rp. 450.000.000.000 tahun 2009. Ini menunjukkan bahwa PT. Indosiar Visual Mandiri masih aktif dan berjalan baik. Karena perusahaan ini masih terus bisa menambah Investasi dalam pengembangan usahanya. Seperti Pembangunan Studio Zona E beserta peralatan baru untuk Mega Studio ini dan Pembangunan Gedung Kuliah ATKI, .


Dengan demikian alasan perusahaan melakukan tindakan PHK atas alasan EFISIENSI, menjadi sangat jelas bertentangan dengan pasal 164 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dimana PHK dengan alasan Efisiensi harus dibuktikan oleh Akuntan Publik dimana perusahaan tersebut telah mengalami kerugian dalam masa 2 (dua) tahun berturut-turut.

Sedang Auditor dari Eddy Prakarsa Permana dan Siddharta, Deswan PL Tobing dalam kesaksiannya dalam Sidang Gugatan PHK atas 22 orang Aktivis dan Pengurus Sekar Indosiar, dengan tegas dan benderang mengatakan bahwa PT. Indosiar Karya Media yang hanya mempunyai satu anak perusahaan yang bernama PT. Indosiar Visual Mandiri yang dipimpin oleh Handoko, memperoleh Keuntungan/Laba Bersih dalam Operasional Usahanya pada tahun 2008 dan 2009 (TITIK!).